Rabu, 03 November 2010

Clascofous Goes to Tidung::..

Kedua belas tokoh yang diceritakan adalah nyata bukan karangan semata, mereka adalah Tierta, Sendry, Radit, Yuni (lebih enak dipanggil Babeh), Dian, Tiar, Rizaq, Teguh, Kahfy, Ilham, Inun, dan mas Isya. Ini adalah kisah NYATA, perjalanan anak – anak CLASCOFOUS menjelajah pulau Tidung dengan berbekal uang tiga ratus ribu rupiah.

Cerita ini dimulai pada hari Sabtu 30 Oktober 2010. Seperti yang dijanjikan dan dikoirdinasikan sebelumnya, kita semua kumpul di kota jam setengah enam. Seperti kebiasaan, Jam enam kita baru pergi dari kota menuju Pelabuhan Muara Angke (minus Kahfy), dan sesuai jadwal nyampe Muara Angke jam enam tiga puluh kurang lebih. Perjalanan dari Kota diwarnai dengan hujan, untungnya di Muara Angke cuaca cerah walaupun agak becek dan bau (hampir membuat Inun “jackpot”). Dan Kahfy baru nyampe jam tujuh, entah apa yang ada di pikiran anak ini. Untungnya kapal baru “take off” jam setengah delapan, dalam perjalanan ada yang tidur paling lama dan pules (sebut saja Ilham & Rizaq, nama sebenarnya-red), lainnya asyik menikmati perjalanan di atap kapal sambil sesekali (bahasa halusnya sering) berfoto ria bersama. Anehny, Objek yang sering muncul di photo adalah sesosok laki – laki dengan baju orange mencolok, entah siapa gerangan dia???

Tiba di Tidung Island kurang dari Jam sepuluh, artinya perjalanan hanya ditempuh kurang dari 2.5 jam. Sebelum sampai di dermaga, hujan sempat turun dengan mendadak tanpa “pemberitahuan” sebelumnya. Tapi, cuaca kembali cerah sesampainya di Tidung. Kita pun diantar langsung oleh agan Ryan sang agent baik hati, kondisi penginapan yang rapih, bersih, dan wangi sebelum kita datang berubah menjadi sedikit “berseni” setelah kedatangan kita. Hampir lupa, kita pun dikenalkan dengan guide yang baik hati juga, tampak sangar dari luar dengan kumis yang menantang, mengingatkan kita pada sosok “Pak Raden”, beliau adalah Pak Harun. Orang yang senantiasa menemani kita menjelajahi Pulau Tidung setiap jengkalnya.

Adventure is beginning . . . .

Makan siang pun dimulai, kondisi yang laper setelah perjalanan membuat semangat setelah melihat menu makan siang, prasmanan dengan ayam goreng, tahu, tempe, dan sayur kangkung plus sambal yang menambah kenikmatan. Dengan makan prasmanan seperti ini, ada yang perlu diwaspadai !!!, (tidak perlu disebutkan namanya biarlah ini menjadi rahasia).

Petualangan di Pulau Tidung dimulai dengan ber-snorkeling (akhirnya setelah dengan diskusi yang memanas (akibat sambel), diputuskan hari pertama akan snorkeling dan mengelilingi pulau tidung by ship. Setelah bersiap di penginapan, kita pun menuju tempat penyewaan alat snorkeling. Ada sedikit cerita disini, ketika sedang memilih alat snorkeling, ternyata kita kehilangan dua orang teman kita (sebut saja bujang dan alex, bukan nama sebenarnya). Setelah dicari ke penginapan oleh Babeh, tidak ketemu jua, dan akhirnya setelah ditelusuri menuju dermaga ketemu lah bujang dan alex, dan lagi – lagi entah apa yang ada dipikiran mereke sampai harus ke dermaga (awalnya sudah dibilang, kita bakal ngambil alat snorkeling). Untung saja tidak sampai terjadi pertumpahan darah !!!

Setelah selesai dengan alat snorkeling, kita menuju dermaga dan bersiap untuk mengarungi perairan Tidung. Snorkeling merupakan hal yang berat bagi Tierta, Kahfy, dan Rizaq apalagi dilakoninya bareng sama Ilham yang terus – terusan mengaitkannya dengan syal merah a.k.a SAGA (ohh Tidakkkk,,,,). Untunglah ada life jacket yang membantu dalam menikmati keindahan terumbu karang Pulau Tidung. Sebelumny kami diajak mengellingi pulau Tidung, pengalaman yang menyenangan apalagi ketika kapal beradu dengan ombak (what a nice man!!!).

SNORKELING TIME . . . .

Saatnya ber- snorkeling, dari atas kapal pun bisa kelihatan indahnya terumbu karang. Setelah mendapat instrksi dari snorkeling instructor, kita pun bersiap menyeburkan diri ke laut. Satu persatu sudah berada dilaut dan beraksi dengan peralatan snorkeling (fin shoes, life jacket, kacamata snorkeling). Yang terakhir menyeburkan diri adalah Rizaq, karena agak sedikit bermasalah dengan rambutnya. Pelan – pelan mencari spot yang mantab untuk menikmati indahnya dasar laut Tidung, ini pengalaman yang menakjubkan yang nantinya bisa diceritakan ke anak cucu. Ditambah dengan dokumentasi underwater dari camera sang agent menambah pengalaman tersendiri. Cukup lama mengambang di lautan lepas, membuat salah seorang clascofouser (sebut saja Tiar) mengeluarkan semua isi makan siangnya (ayam, tahu, tempe, nasi), begitu pun Babeh mengalami mabok kawin (uppss, mabok laut maksudnya).

Setelah puas dengan spot terumbu karang di sekitar pulau tidung kecil, saatnya beranjak dan menelusuri kembali lautan. Kali ini tujuannya adalah Pulau Payung, berhubung ada yang tepar jadi kita memutuskan untuk singgah ke darat sebentar. Sesampai disana, aroma gorengan, mie rebus, baso membuat lambung bereaksi keras. Tapi masalahnya adalah gak bawa duit, karena memang rencananya Cuma snorkeling doang. Untungnya anda anak SAGA yang baik hati, dia adalah KAHFY AMIN yang dengn ikhlas membayar semuany (mie rebus + telur 9, gorengan 22, teh manis anget 6, es kelapa 4), semoga amal kebaikanmu diterima kawan. Tak lupa disini selalu memanfaatkan kesempatan untuk bernarsis ria, semoga menjadi dokumentasi yang tak terlupakan.

BARBEQUE TIME . . . .

Malam harinya setelah menyantap makan malam dengan menu ikan, lalapan, plus sambal, kitmnya lanjutkan dengan bakar ikan. Sebelumnya pengen cerita sedikit tentang makan malam, ternyata ada diantara kita yang kurang suka makan ikan, dengan alasan banyak cucuknya (LEMAH !!!), tidak perlu disebutkan siapa namanya. Tentunya jatah ikannya tidak disia-siakan oleh orang yang sekali lagi tak perlu disebutkan namanya. Tapi pada intinya,kebersamaan makan malam itu sungguh menyenangkan mengingatkan pada masa – masa yang keras sewaktu kuliah D3 dulu.

Karena bakar ikannya sekitar jam 9, maka memanfaatkan untuk nonton dan sebagian istirahat (kayanya kalo ga dibangunin, bakal lelap sampai subuh). Sebetulnya malam itu sangat pas untuk main kartu, tapi sayang sekali orang yang dari pagi disuruh buat beli kartu TIDAK BERGUNA, lamban sekali. Tapi akhirnya dibeli juga kartu remi disaat orang-orang mulai terlelap, dengan tampangnya yang ngeselin (tampang yang kalo di terminal minta digebukin) orang itu bilang “I CHALLENGE YOU” “I CHALLENGE YOU” “I CHALLENGE YOU” berulang – ulang. Ciri dari orang itu adalah postur nya yang paling tinggi dibanding yang lain dan selalu merasa dirinya cakep dan sabar (memang sampah).

Sesaat kemudian datang pak Harun mengajak barbequan di pinggir pantai, nikmatnya karunia Tuhan. Tapi bukanny bantuin bakarin Ikan, kita asyk main kartu cepe’an (seratusan, dalam bahasa Indonesia). Tapi ada juga dengan autis telponan (gatau asli telponan atau boongan) sampe autis, sekali lagi sosok ini mengenakan baju orange. Permainan kartu ini sangat seruu sekali, karena seperti biasa saling ejek, saling sombong, saling caci, ketawa – ketawa menyenangkan seakan melupakan beban kerjaan, kuliah yang tertinggal sementara. Disini ada sosok yang boleh dibilang tertinas karena selalu dominan dalam “ngocok” kartu (ngak tau kenapa??), kalo boleh dibilang orang ini mempunyi karakter yang cool, bicara secukupnya, dan jago pemrograman.

Setelah asyik main kartu, pak Harun datang dengan ikan tenggiri bakar yang mantabb bukan kepalang. Tentu saja saling rebut dan baku hantam tidak bisa terhindarkan (agak lebay) demi seonggok tenggiri bakar yang maknyus. Tentu saja ada pihak – pihak yang perlu diwaspadai dalam uruan makan seperti ini, tapi alhamdulillah semuanya puas dengan bakaran dari Pak Harun ini. Malam ini ditutup dengan peluncuran kembang api sebagai bagian dari kebahagiaan yang ingin disampaikan kepada teman – teman yang gak bisa ikut. Balik ke panginapan dan istirahat sampai subuh menjelang.

BICYCLE TIME . . . .

Pagi harinya setelah subuh, dengan ditemani Pak Harun mengambil sepeda ke rental. Masing – masing mendapatkan satu sepeda. Seperti masa kecil dulu, mengayuh sepeda dengan riang gembira. Perjalanan pagi ini dimulai ke arah tanjongan barat, dengan dipimpin oleh guide baik hati. Sesekali berhenti mencari spot yang bagus untuk berfoto ria bersama. Dan sampai lah diujung barat dari pulau tidung besar. Lag asyk foto – foto, tiba – tiba ada terdengar bunyi “duarrrrr”, ternyata eh teryata judi itu haram (maksudnya, ban sepeda mas Isya yang tak lain adalah pacarnya Dian, meletus). Ngak ada angin, ngak ada hujan, meletus dengan sendirinya (mungkin pas subuh doa nya kurang ni mas Isya). Dan akhirnya setelah perhitungan berat badan dan dengan sukarela Tierta boncengan dengan Sendry, kita pun pulang ke penginapan dan menikmati sarapan nasi uduk. Sarapan pun selesai, kita bersiap menuju timur kearah jembatan cinta yang menghubungkan pulau tidung kecil. Saat di perjalanan, giliran ban sepeda Tierta meletus (ohh Tuhan, dosa apa hambamu ini) dan diputuskan Teguh boncengan dengan Sendry untuk meneruskan perjalanan.

Sesampainya diujung timur pulau tidung besar, kita parkit sepeda dan melanjutkan perjalanan kaki melewati jembatan cinta (awalnya lihat – lihat orang yang pada terjuan dari atas jembatan cinta), seterusnya kami memutuskan untuk menapaki pulau tidug kecil dulu dengan menulusuri jembatan cinta yang panjangnya kurang lebih 1 km. Seperti biasa, foto sana sini (mumpung ada camera digital), jadi dimanfaatkan saja setiap moment yang ada. Dalam perjalanan di jembatan ini, ada cerita heroik ketika salah seorang sahabat (sebut saja Dian), sandalnya jatuh ke laut (ngak tau apa sebabnya), dan salah seorang dari kami dengan inisiatif dan agak ragu – ragu menceburkan diri ke laut yang dangkal untuk menyelamatkan sendal Dian tersebut. Sungguh luar biasa, sikap pertemanan yang jarang ditemukan di belahan dunia manapun. Tampaknya sih, Dian sengaja menceburkan sandalnya ke laut untuk melihat keseriusan pasangannya yang kerja di SAM*UNG juga (:peace).

Setelah puas mendapat beberapa gambar dari Tidung kecil, kami pun kembali ke jembatan cinta untuk menguji adrenalin. Dan lagi – lagi harkat dan martabat syal merah diuji disini, tentu saja pengujiny anda sudah tau siapa???. Setelah melihat – lihat sejenak, akhirnya satu dari kami pun berhasil menceburkan diri (sebut saja Radit). Selanjutny diikuti Ilham yang emang bisa berenang (ngak heran dong). Ketiga “syal merah” yang tidak perlu disebutkan namannyapun kembali mendapat tantangan ( sungguhh beratt Tuhan). Satu dari tiga hampir nekat dengan melepaskan bajunya (biar kelihatan hasil dari sit up 3 bulan, upss keceplosa uyn, untung belum disebutin namanya). Tapi akhirnya urung sejenak, karena tim SAR (Radit, Ilham) sedikit merasa kecapean, dan bdiputuskan untuk latihan berenang 10 menit. Diantara latihan berenang, tiba – tiba “byurrrr” salah satu dari kami (wanita, sebut saja Tiar) menceburkan diri dari dari jembatan. Tentu saja, ini menjadi tantangan bagi para lelakinya (sebut saja, Tierta, Teguh, Sendry, Rizaq, Mas Isya, Kahfy, Babeh). Hufffhhhhh, dengan sedikit tarikan nafas, satu persatu berhasil jump dari jembatan cinta yang mempunyai tinggi sekitar 4 meter. Upsss salahh, tidak semua dari para lelaki yan disebutkan tadi BERANI lompat dari jembatan cinta. Ada satu orang yang mempunyai postur yang paling tinggi tidak mempunyai nyali (satu kata untukny LEMAH). Ini tidak akan bisa dilupakan begitu saja, dan akan selalu diingat. Orang terakhir yang melompat adalah orang SAM*UNG, walaupun agak sedikit ragu, tapi demi pembuktian kepada pasangannya yang orang SAM*UNG juga, akhirnya byurrrrrrrr. Semuanya merasa puas dan kembali ke penginapan untuk bebersih dan berbenah PULANG.

IT’S TIME GO HOME . . . .

Setelah semuanya berkemas, dengan ditemani guide setia kami pun beranjak meninggalkan penginapan dan menuju dermaga. Sebelumnya ada beberapa yang singgah untuk beli sovenir ataupun oleh – oleh. Dan pada akhirnya kapal pun beranjak dari dermaga menuju pelabuhan Muara Angke pada pukul setengah satu. Kurang dari dua jam setengah perjalanan, kami pun tiba di Muara Angke dan selanjutnya menuju stasiun kota bersama – sama. Dan disinilah titik akhir kebersamaan selama dua hari di Pulau Tidung.

Sunggu menjadi pengalaman berharga selama berada di Tidung bersama kawan – kawan, yang akan menjadi bagian dari perjalanan hidup kami. Merasakan saat bersama ketika susahnya kuliah di POLBAN dulu kembali dirasakan selama dua hari kemarin. Ketika canda tawa dan caci maki bisa mengingatkan kita bahwa kita adalah teman. Ketika kehidupan terus berjalan dan tanggung jawab semakin bertambah, seiring dengan itu kita akan berjalan dengan kendaraan masing – masing. Terima kasih kupersembahkan kepada Sendry Novriandy, Kahfy Amin, Dian Puspita, Nurdianto Teguh Wibowo, R. Aditya Rustaman, Yuni Rianto (sekali lagi lebih enak dipanggil Babeh), Rizaq Gani, Tiar Wilastri, Ilham ML, Vania Ainun, Mas Isya (gak tau lengkapny apa) yang telah bergabung dalam perjalanan kali ini. Semoga perjalanan berikutnya terlaksana. Amiinn.

Ditulis oleh : Tierta Syafraditya


UNISEL Office

Lunch time

^^

Jumat, 03 September 2010

Banyak yang Berubah Disini

Sekitar pukul 03.40 sore pesawat saya berhasil mendarat di bandara Soekarno - Hatta Cengkareng. Alhamdulilah.. Rasanya ingin cepat" sampai rumah saat itu. Ambil bagasi, mengantar teman mencari tiket bis untuk ke Bandung, dan mencari taksi express untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Hmmm.. Saya disambut dengan macetnya ibukota ternyata. Tetapi macetnya jakarta tidak menghilangkan perasaaan gembira saya karena sebentar lagi saya akan sampai di rumah, jadi saya masih bisa tersenyum dibalik kaca mata ray-ban yang saya pakai :). Sekitar pukul 05.00 sore saya sampai rumah, disambut dengan senyum dan kecupan hangat dari c mamah. Alhamdulilah,, saya sampai rumah sebelum magrib. Jadi bisa berbuka puasa bersama mereka. Sejam kemudian azan magrib pun tiba dan kita pun berbuka yang telah disiapkan. Begini enaknya jadi anak rantau, jika kita pulang ke rumah setelah sekian lama. Serasa menjadi raja, semua masakan favorite pasti disiapkan. ^^

Sekitar pukul 07.00 kitapun berjalan menuju mesjid untuk isya dan taraweh berjamaah. Selesai isya kita mendengarkan khotbah sekitar 15 menit. Kali ini ustad yang di undang untuk memberikan ceramah di masjid ialah Ustad Aris. Jika saya flash back ke 10 tahun kebelakang, Ustad Aris ialah teman saya waktu kecil, beliau biasa dipanggil rocky. Saya ngtau kenapa dia suka dipanggil dengan nama itu. Saya dan aris dahulu suka bermain bola di sore hari ba'da ashar, aris termasuk orang yang keras kepala. Jadi emosi sangat mudah terbakar, ujung"nya berkelahi dh. Tapi alhamdulilah dia sudah berubah. makanya begitu saya melihat beliau berkhotbah di depan saya sedikit merasa kaget. Sebenarnya saya mempunyai banyak teman disini, tapi mereka sudah bnyk yang pindah rumah ke bekasi. ada juga yang sudah menikah jadi sudah tidak tinggal disini bersama orang tuanya lagi. Oya, satu lagi teman kecil saya namanya Farid, sekarang dia sudah menjadi polisi. hehehe.. Senang rasanya melihat teman" yang sudah mendapatkan perubahan ke arah yang lebih baik. Semoga saya juga selalu mendapatkan perubahan yang sifatnya ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Amiiin...

Setiap dari kita pasti akan berhadapan dengan perubahan. Hanya saja perubahan ke arah positif atau ke arah negatif. Pastinya kita ingin perubahan yang bersifat perbaikan lah. Cuma bagaimana caranya?

Yang pertama mungkin dengan introspeksi diri. kita jujur dengan kesalahan yang masih kita kerjakan selama ini. Lebih baik lagi dengan bertanya ke teman dekat kita. karena dia pasti tau sifat baik dan buruk yang kita miliki. Dengan begitu kita bisa tau apa yang harus kita perbaiki untuk ke depanya.

Yang kedua ialah dengan memulai melakukan perubahan yang sudah kita niatkan sebelumnya. Memang pasti berat untuk melakukan itu semua. Tapi sedikit demi sekikit, dengan positif thinking dan niat yang ikhlas pasti kita bisa mendapatkan perubahan tersebut. Bismillah.

Selanjutnya dengan memperhatikan keadaan sekitar. Seiring dengan waktu yang terus bergerak perubahanpun pasti akan terjadi. Maka dengan memperhatikan lingkungan sekitar kita bisa mengambil ancang-ancang untuk itu semua.

Yang terakhir dengan mencari teman yang lebih baik dari kita sebanyak-banyaknya. Karena dengan begitu kita akan termotifasi untuk perubahan yang baik pula.

Sekian dulu ya.. Mudah-mudah tulisan ini bisa menjadi trigger untuk perubahan kecil pada diri kita yang berimbas pada perubahan besar untuk sekitar kita. Amin..

"Setiap manusia pasti akan bertemu dengan berbagai macam perubahan dalam hidupnya, Hanya saja ada perubahan yang bersifat perbaikan dan ada yang bersifat ke arah lebih buruk. Maka bersyukurlah bagi kalian yang mendapatkan perubahan yang bersifat ke arah lebih baik"


Home Sweet Home

Jakarta

Senin, 23 Agustus 2010

Bersyukurlah::..

Selesai teraweh saya iseng" baca sebuah forum. Ada cerita yang cukup inspiratif yang ingin saya share ke kalian. Ini cerita klasik sederhana karya Andrie Wongso sang motivator. Walaupun sederhana tapi sangat inspiratif menurut saya, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi kalian semua.

====================================

Di sebuah kerajaan, sang raja memiliki kegemaran berburu.
Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.
Karena kurang hati-hati,
terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotongoleh pisau yang sangat tajam.

Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.

Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata:
"Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri".

Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar :
"Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur...!"
Lalu
raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.

Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehat barunya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.

Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehat barunya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan
kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa.

Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barunya yang dijadikan persembahan kepada para dewa.

Dengan susah payah, akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali keistana. Setibanya di istana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.

"Penasehatku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . "
Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.

Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru sipenasehat berlutut sambil berkata:
"Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika saya tidak dipenjara, maka bukan penasehat yang baru itu yang akan jadi korban, melainkan saya yang bakal diajak baginda ikut berburu dan sayalah yang akan menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif. Sekali lagi terima kasih baginda telah memenjarakan saya, sehingga saya tetap selamat saat ini."

===========================================

Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah kita dapat. Walaupun itu menyakitkan dan pahit, karena kita tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Allah swt, yang pasti Allah selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya.

Di dalam menjalani hidup memang tidak selalu mulus seperti apa yang kita inginkan. Kadang kita dihadapkan dengan kekhilafan, kesedihan, penyakit, penipuan, fitnahan, musibah, dan lain-lain.

Namun, karena manusia diberikan akal. Mereka berusaha untuk menghidari itu semua. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, memang banyak yang bisa dikendalikan. Namun tidak semua, ada beberapa zona yang tidak bisa kita atur. Itulah yang disebut kekuasaan Allah, yang manusia tidak akan bisa kendalikan dengan teknologi secanggih apapun. Jadi wajar jika di dalam menjalani hidup tidak selalu berjalan mulus. Tapi jangan sedih, untuk meringankan cobaan itu kita hanya dituntut untuk "Bersyukur" koq, karena dengan bersyukur masalah akan terasa ringan dan berlalu dengan cepat, dan jika tidak cobaan akan terasa begitu berat dan berkepanjangan. Maka dari itu, pandai - pandailah untuk bersyukur kawan.. ^^

"Sesungguhnya Rasa syukurlah yang membuat segalanya menjadi sempurna"

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Minggu, 22 Agustus 2010

Mesjid Al-Muhtadin::..

Mesjid ini yang membuat saya betah selama berada di Lampung. Mesjidnya tidaklah terlalu besar, dari ukurannya terlihat seperti mushola atau langgar. Letak lokasinya berada di tengah pemukiman padat penduduk di pusat kota Lampung, sepertinya berasal dari tanah wakaf. Dan yang membuat saya betah bukanlah dari bentuk atau ukuran fisik mesjidnya. Tapi yang membuat saya betah ialah para jemaah di mesjid ini. Mereka berbeda dengan para jemaah mesjid yang pernah saya temui sebelumnya. Beberapa bulan yang lalu, ketika saya pertama kali shalat di mesjid ini. Mereka mulai menyapa saya dengan memberikan senyum dan mengajak saya untuk bersalaman. Dan setelah beberapa kali shalat berjamaah disana, bukan hanya senyum yang mereka berikan, tapi mereka menyapa dengan menanyakan saya tinggal dimana, berasal dari mana, dan sedang apa di Lampung. Komunikasi tersebut membuat saya merasa bertambah nyaman berada di mesjid ini. Dan itu tidak hanya di dalam mesjid, tapi jika kita bertemu di jalanpun mereka yang selalu menyapa saya terlebih dahulu. Saya merasa menjadi bagian dari mereka walaupun saya hanyalah pendatang disini.

Beberapa orang jemaah yang saya kenal di mesjid ini. Yang pertama Pak Tono, Beliaulah jemaah mesjid yang pertama kali menyapa saya, beliau keturunan jawa tapi lahir dan besar di Lampung. Penduduk di Lampung memang mayoritas keturunan jawa, sedangkan orang pribuminya jarang saya temui. Pak Tono kebetulan bekerja di Hotel tempat saya menginap. Dari sini lah kita menjadi sangat akrab karena sering bertemu di Hotel dan di Mesjid. Selanjutnya Pak Nasser, beliau kakeknya azam yang saya ceritakan di postingan sebelumnya :). Pak Nasser mempunyai warung kecil di dekat Hotel Andalas Permai tempat saya menginap. Jadi kita sering bertemu ketika saya membeli sesuatu di warungnya. Selanjutnya Pak Joni, beliau orang Bengkulu tapi lahir dan besar di Lampung. Pak Joni pemilik warung makan yang menjadi langganan saya. Biasanya selesai saya makan kita ngobrol" dulu di warungnya, jadi kalo sudah diwarungnya saya bisa menghabiskan banyak waktu disana. Kebetulan Pak Joni juga punya anak perempuan juga. Soo...Hahaha.. Pak Bo'ing, nama aslinya pak Ibrohim cuma bisa di panggil Pak Bo'ing. Beliau biasa yang menjadi imam di Mesjid ini. Saya jarang bertemu beliau di luar mesjid, jadi kurang begitu akrab. Yang terakhir ialah si russel, nama aslinya saya tidak tau. Cuma saya menyebutnya russel karena fisik dan wajahnya sangat mirip dengan karakter Russel di film animasi "Up". Badanya gemuk, kulitnya bersih, matanya sipit, dan usianya seumuran anak SD. Very Russel absolutely :)).. Oya, Pak Salman hampir terlupakan. Pak Salman ini usianya sudah sangat tua, lahir ketika Indonesia masih di jaman penjajahan Belanda tahun 1925. Suatu hari ketika hujan turun deras, kita tidak bisa pulang karena tidak membawa panyung. Jadi kita ngobrol sambil menunggu hujan reda. Pak Salman bercerita tentang pengalaman beliau di jaman penjajahan. Saya merasa kembali ke jaman itu ketika mendengarkan ceritanya. Meskipun umurnya sudah sekitar 85 tahun dan kondisi badannya sudah sangat rapuh tapi beliau masih semangat untuk ke datang ke mesjid. Padahal untuk berjalan saja bukan lah hal yang mudah buat dia. Salut lh buat Pak Salman.

Merekalah orang-orang yang membuat saya merasa nyaman berada di Kota Bandar Lampung ini. Senyum, Sapa, dan perlakuan mereka terhadap saya tidak akan saya lupakan. Mungkin menurut mereka, apa yang mereka lakukan ke saya hanyalah hal yang biasa, tapi menurut saya itu sangatlah luar biasa. Waktu saya di Lampung ini mungkin sudah tinggal beberapa hari lagi. Karena Hari Kamis besok saya sudah harus kembali ke Jakarta. Jika suatu saat nanti saya kembali lagi ke kota ini, entah karena pekerjaan atau apapun itu. Insyaallah saya akan menyempatkan diri untuk datang ke Mesjid Al-Muhtadin ini.

Semoga mereka selalu mendapat keridhaan Allah swt. Amin..
Salam hangat untuk beliau semua dan si ndut Russel :).

Wassalam,

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Senin, 16 Agustus 2010

Azaaaam::...

Kalo tidak salah dengar nama anak itu Azam, dia cucunya pak haji yang saya tidak tau nama aslinya siapa :). Usianya sekitar 3 tahunn lh, soalY sudah bisa lari" di mesjid :D. Kulitnya rada gelap karena dia keturunan arab. Rabutnya keriting dan tingginya sekitar 1 meter :). Sudah beberapa hari ini saya melihat dia ikut kakeknya shalat berjamaah di mesjid kami. Dia ikut kakeknya ke mesjid dengan pakaian mainnya (Kaos Upin Ipin, Celana Pendek yang menutupi dengkulnya) tidak lupa menggenankan peci haji yang menutupi ubun" kepalaY sehingga rambut kritingnya masih terlihat jelas. Mungkin kakeknya ingin mengenal shalat ke azam dengan membawanya ke mesjid untuk berjamaah.

Sekilas saya lihat, anak ini penurut karena tidak pernah berlaku yang macam" selama di mesjid. Paling cuma lari" dwank, itu juga jika ada teman sebayanya di mesjid. Jika tidak ada teman dia hanya mengikuti apa yang kakeknya kerjakan selama di mesjid. Jika kakeknya shalat sunnah dia ikut shalat juga begitu juga ketika shalat wajib. Cuma yang namanya anak seusia azam, setiap tingkah laku pasti selalu bikin orang" senyum. Dari takbiratul ihram sampai i'tidal setelah ruku dia masih bisa mengikuti gerakan kakeknya. Tapi tidak ketika sujud, mungkin posisi sujud masih sulit untuk dia. Jadi ketika kakeknya sujud dia bukannya sujud malah tiarap ala tentara :)). Hal itu selalu membuat saya dan orang di mesjid tersenyum. Begitu juga ketika kita sedang shalat berjamaah, ketika jamaah lain menjawab "Amiiin.." diapun ikut menjawab "Aiiin".. Hehehe..

Saya sangat menyukai cara kakek ini mengenalkan cucunya kepada agama. Sang anak dikenalkan sedini mungkin tanpa harus ditunda". Asalkan sang anak tidak menggangu jamaah lain ketika shalat. Dengan begini diharapkan sang anak dapat mengenal dan mencintai shalat yang menjadi kewajiban kita sebagai hamba Allah swt tanpa harus dipaksa. Sang anak dikenalkan adanya ibadah shalat dalam islam, mengetahui nama" shalat, waktu, tempat, dan tata cara shalat itu sendiri. Jadi ketika azam sudah memasuki masa akil baligh nanti sudah tidak sulit lagi untuk menjalankan kewajibannya. karena sang anak sudah siap baik dari sisi mental maupun emosionalnya. Semoga anak ini bisa menjadi hamba Allah swt yang taat menjalankan kewajibannya kelak. Amin..

Wassalam,

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Sabtu, 14 Agustus 2010

Kangen Hotel Duta Palembang::..

Haaaaaaah..
Sudah hari keempat saya sahur hotel ini dan hampir setiap harinya sahur dengan menu yang berhubungan dengan telur. Hari pertama telur dadar yang nampak seperti omelet, hari kedua telur bulat dengan bumbu cabai, hari ketiga tidak berubah, dan hari ini: "Back to Omelet". Arrghh... Gimana nga jerawatan coba, padahal selama di jakarta kemarin udah perawatan ke dokter specialys. Huft.

Kalo inget setahun kemarin, saya puasa di Palembang. Saya menginap di Hotel Duta (Depan Palembang Indah Mall). Disana menu makanan jauh banget sama menu disini. Dari buka puasa sampe sahur, pokonya diservice bgt. Ketika buka kita disuguhi dengan ta'jil yang bebas bisa kita pilih. Ada kurma, kolak, Dawet, sirup, bubur kacang ijo dan lain-lain. Keren lah. Tidak cukup dengan ta'jil saja, karena makanan beratpun sudah menunggu untuk kita basmi juga :D. Begitu beres berbuka, tinggal berjuang dh melawan rasa ngantuk pas terawehan gara" kekenyangan :)).. Menu sahurpun tidak kalah meriah seperti saat berbuka. Jadi poll lh puasa di hotel duta mh.

Udah dulu kawan ceritanya, saya mau bayar utang tidur sisa semalem ni :))..

*Salam dh buat Dina (Receptionist Hotel Duta) :D, Mba room service yang saya nga tau namanya tapi inget mukanya, Bapak manager Hotel Duta yang sudah memberikan saya reward free laundry selama 8 bulan ketika saya stay disana :D, mas agus (Door Boy) yang udah menjadi teman ngobrol di Lobby, dan Babeh penjaga parkir yang suka bantuin saya nyebrang kalo mau ke Palembang Indah Mall.:))..


Wassalam,

Room 114
Hotel Andalas Permai
Bandar Lampung

Senin, 09 Agustus 2010

Dimas dan Raka@Global TV::.

Pagi ini, saya nonton sinetron religi yang judulnya "Dimas dan Raka". Kali ini bercerita tentang seorang kakek yang ditinggal anak-anaknya. Menurut saya sh ceritanya bagus, makanya saya ingin menceritakan sedikit inti dari ceritanya. Begini ceritanya..

Ceritanya berawal ketika Dimas dan Raka bertemu seorang kakek di sebuah desa. Dia tinggal di rumahnya hanya seorang diri karena sang istri sudah lama meninggal dunia. Yang jadi pertanyaan, dimanakah anak-anaknya??. Ternyata kakek ini mempunyai dua orang anak yang sudah berkeluarga, tapi mereka sudah tidak pernah datang menjenguknya lagi. Hal ini disebababkan karena sang anak yang pernah sakit hati atas perlakuan sang kakek ketika mereka masih hidup susah. Sang kakek sering mengucapkan kata" yang menyakitkan anak-anaknya ketika mereka meminta bantuan. Mungkin niat kakek ini baik, dia ingin supaya anaknya dapat bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan mereka bukan dengan terus mengandalkan orang tua mereka. Tetapi karena omongannya terlalu menyakitkan, sang anak pun tidak terima dan sakit hati. Sehingga mereka dendam sampai tidak menggangap kakek ini sebagai ayahnya lagi. Singkat cerita kakek ini sadar kalau dia telah keterlaluan kepada anak-anaknya dan semua yang dia dapat sekarang disebabkan oleh kesalahannya dia sendiri. Jadi dia merasa wajar jika diberlalukan seperti ini oleh anak-anak. Setiap selesai tahajud kakek ini selalu menangis memohon ampun ke Allah swt atas apa yang dia lakukan kepada anak-anaknya.

Mmmm.. Ceritanya saya singkat lagi ya,:). Singkat cerita, ketika sang kakek sakit dan keadaannya semakin parah. Raka dateng kerumah anak"nya kakek ini untuk membujuk mereka supaya bisa memaafkan ayahnya dan datang menjenguk ke rumah. Karena hanya mereka yang bisa menjadi obat atas segala penyakit yang diderita sang kakek. Alhamdulilah, bujukan raka bisa meluluhkan kerasnya hati mereka yang sudah membatu itu. Akhirnya mereka bisa dengan ikhlas memaafkan ayah mereka dan mau datang mmenjenguknya. Mungkin itu juga yang menjadi jawaban atasan doa" kakek di malam hari. Subahanallah..

Di dalam menjalani hidup ini kita tidak hanya dituntut untuk menjaga Hablu Minallah "Hubungan manusia dengan Allah" saja, tapi ada yang disebut Hablu Minannas "Hubungan manusia dengan Manusia". Justru kita harus lebih berhati-hati dengan Hablu Minannas ini. Karena Allah swt maha pengampun dan akan mengampuni segala kesalahan kita jika kita memohon ampun dengan sungguh", sangat berbeda dengan manusia yang terkadang masih sulit untuk memaafkan. Apalagi jika sudah berhubungan sama yang namanya gengsi. Beuuh.. Maka dari itu kawan, jika diantara kita masih mempunyai masalah dengan teman, saudara, ataupun orang tua. Segeralah untuk memulai silaturahmi kepada mereka, datangilah mereka tanpa harus melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena yang lebih dahulu memulai itu yang lebih mulia di mata Allah swt.

"Tidak ada satu kebaikanpun yg pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yg adzabnya lebih cepat diperoleh, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi"

Wassalam..

room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Selasa, 03 Agustus 2010

..::Imposible's Nothing for Allah swt::..

Alhamdulilahirobblilalamin..
Masalah pekerjaan saya di Lampung sudah mulai mendapat titik terang, itu artinya jadwal pulang semakin dekat :). Hari ini saya seperti mendapat bantuan yang langsung datang dari Allah, bantuan yang tidak pernah saya duga-duga sebelumnya. Bayangkan, ada seorang tim expert (Ahli) yang membantu saya menganalisis masalah yang selama seminggu belum saya temukan solusinya. Tapi dengan keahlian dan pengalaman beliau, cukup dengan penjelasan yang dibuatnya dengan microsoft word yang hanya sekitar 10 lembar, semua masalah saya sudah bisa teratasi. Subahanallah... Padahal saya tidak pernah meminta tolong ke beliau sekalipun. Jangan kan meminta tolong, kenal pun tidak. Begitulah Allah jika sudah memberikan surga ke hambanya, kita tidak pernah bisa menduga-duga sebelumnya. Jalan yang tidak pernah terpikir oleh kita.

Padahal jika melihat sehari sebelumnya. Saya seharian hanya bisa mengeluh, dengan situasi yang saya dapat ketika itu. Sejak pagi di telpon bos, yang meminta untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Setelah itu driver saya yang ngaretnya nga ketulungan. Bayangkan, saya minta dijemput pukul 02.00 PM, dia baru datang pukul 04.30 PM. Alasanya macam" lah. Dan kitapun tetap berangkat ke kantor, begitu sampai kantor (OMC) saya tidak diizinkan melakukan data collecting karena ada procedur baru dan saya baru di izinkan besok pagi. Sh*t,, bawaan saya saat itu emosiiii. Tidak sampai disitu malamnya pun Allah masih menguji kesabaran saya. Malam itu saya berencana untuk melakukan pengecekan sinyal (Drive Test) tapi gagal karena jaringan sedang ada masalah sehingga tidak melakukan koneksi ke jaringan. That was a bad day, right? Tapi saya tetap mencoba untuk bersabar dan berdoa kepadaNya untuk diberi kemudahan dalam menyelesaikan masalah/cobaan tersebut.

Alhamdulilah, ternyata doa saya didengar olehNya. Hari ini Allah membayar itu semua secara kontan. Dengan memberikan jalan terang untuk masalah yang saya pikir sudah tidak mungkin ada jalan keluarnya. Masallah yang membuat saya stress selama seminggu lebih. Subahanallah.. Semoga dengan dari sini kita bisa menjadi manusia yang lebih sabar dalam menjalani segala cobaan dalam hidup. Tetaplah berusaha dan jangan pernah lupa untuk berdoa memohon kepada Allah, karena segalanya hanyalah milik Allah dan semua yang kita alami sekarang adalah kehendakNya.

"Bagi Manusia memang ada yang tidak mungkin, tapi tidak untuk Allah swt. Jangankan hanya untuk merubah nasib kita, merubah siang jadi malam dan malam jadi siangpun tidak lah sulit bagiNya. Maka dari itu, teruslah memohon kepadanya karena semuanya mungkin jika Dia yang menentukan. Insya Allah..."

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Sabtu, 31 Juli 2010

Dia Sahabatku,


Pagi ini saya membaca sebuah note yang membuat saya terdiam sesaat. Isinya tentang persahabatan. Coba deh kalian baca:

=====================================================================

Lupa Agama? = Ooops, Neraka!
Lupa orang tua? = itu.. Durhaka!
Lupa sesama? = ach.. Biasa!
Tapi lupa sama kamu? = ehm.. Mana bisa!

Butuh 1 menit tuk membenci seseorang..
Butuh 1 detik tuk menyakitin seseorang..
Tapi butuh seumur hidup tuk mencari seseorang teman sejati..

Berapa lama kita akan berteman??
Coba aku pikir...???

* Selama bintang bersinar di langit?
* Sampe lautan kehabisan air?
* Sampe akhir usia?

Aku tidak berharap tuk jadi seseorang terpenting dalam hidupmu,
Aku cuma berharap suatu hari nanti kalo kamu dengar namaku kamu akan tersenyum dan bilang:
"Dia itu SAHABAT AKU."
" JUGA TEMAN TERBAIKKU."

Writen By Ical

=====================================================================

Friendship isn't not how you forget, but how you forgive
Not how you listen, but how you undestand
Not how you see, but how you feel
And not how you let go, but how you hold on.

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Jumat, 30 Juli 2010

Sempurna:..


Setiap manusia pasti menginginkan kesempurnaan dalam hidupnya. Ingin mempunyai pekerjaan dengan penghasilan selangit tapi kerjaannya tidak berat, mendapat fasilitas kendaraan dan rumah yang mewah, dan tabungan yang ngakan abis sampe anak cucu. Setelah memiliki itu semua tinggal mencari pendamping hidup dh^_^. Ingin yang seperti apa? Mmmm... Saya ingin yang cantik, sayang ke keluarga dan orang tua saya, sabar, ramah, memiliki agama yang kuat, dan kaya. Wow, Perfect!!.

Salah nga jika kita menginginkan kehidupan seperti di atas?? Tentu tidak, karena kita bebas memilih dan menentukan itu semua. Namun, jika kita mengharapkan kesempurnaan pada manusia dan dunia maka bersiaplah untuk kecewa. Karena kita tahu bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah swt semata. Jadi kesalahan besar jika kita mengharapkan kesempurnaan dari manusia dan dunia.

Tapi jangan sedih dulu kawan, kita masih bisa kq merasakan kesempurnaan tersebut. Caranya dengan kita bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita selama ini. Niscaya kita akan merasakan kesempurnaan tersebut. Karena sesungguhnya rasa syukur itulah yang akan membuat hidup kita terasa sempurna. Maka dari itu jika kita ingin mendapatkan kesempurnaan dalam hidup, pandai-pandailah besyukur. Niscaya kita akan mendapatkan kebahagian yang bertambah-tambah.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Selasa, 27 Juli 2010

..::Bing Ayu::..

^__^, namanya Maulani Nur Zahra, biasa dipanggil zahra oleh temannya tapi kalo keluarga biasa memanggil dia "bing ayu", ya.. semacam panggilan sayang lah.. Umurnya sekitar 6-7 tahunan, baru masuk SD kemarin. Ceritanya berawal ketika saya menawarkan dia untuk menggunakan jilbab begitu masuk SD nanti, "Bing, nanti kalo sekolah SD pake jilbab aja ya". Setelah saya tanya seperti itu diapun terdiam. Saya masih ingat wajah binggungnya saat itu. hehehe..

Melihatnya dia binggung, sayapun bertanya ke teman saya yang berjilbab akan tawaran tersebut. Jawaban dari merekapun beragam, ada yang setuju, ada yang kasihan karena masih kecil, dan ada juga yang berpendapat "Kalau masih belum balig ngausah lah..". Tapi menurut saya kenapa mesti menunggu dia balig atau dewasa, toh kalo dimulai sejak dini juga ngada ruginya kan?. Dengan harapan begitu dia dewasa nanti sudah tidak ada masalah lagi untuk menutup auratnya. Nah, yang jadi masalah saat itu ialah alasan apa yang mudah dia mengerti dan dia terima, supaya dapat mengguatkan keinginan dia untuk menggunakan jilbab. Huft, anak" jaman sekarang pintar" ternyata.

Beberapa hari kemudian diapun kembali main ke rumah saya, kebetulan rumah dia dekat rumah saya. Dan saya pun kembali bertanya ke dia "Bing, nanti sekolahnya jadi pake jilbab nga??". "pake jilbab enak lho,, nanti kulit zahra jadi bersih putih, soalnya kan nga kena matahari.. jadi nga kepanasan.." Yaa.. kurang lebih seperti itu lah saya merayu" dia..:) Nampaknya kali ini saya berhasil membujuk dia, Tapi di wajahnya masih terlihat memikirkan sesuatu. Hihihi.. Akhirnya diapun setuju untuk menggunakan jilbab. :)

Hari pertama masuk sekolah akan tiba beberapa hari lagi. Zahra dan ibunya pergi untuk membeli seragam sekolahnya. Begitu sampai di toko seragam, pedangan tersebut bertanya ke zahra untuk memastikan apa benar dia ingin menggunakan seragam berjilbab karena dikhawatirkan begitu sudah di beli dia nga mau menggunakannya nanti. Sang pedagangpun bertanya: "De, bener mau pake jilbab??". Zahrapun terdiam dan menjawab: "Disuruh kaka Amin..". hahaha.. Sontak ibunya tertawa mendengar jawaban tersebut. Tapi Alhamdulilah, akhirnya dia mau menggunakan jilbab setiap ke sekolah. Walaupun di kelasnya hanya dia wanita yang menggunakan jilbab, dia terlihat enjoy kq. Mungkin diawal"nya saja yang terasa asing tapi setelah dijalankan allhamdulilah..

"Mudah-mudahan ini semua bisa menjadi awal yang baik buat sepupu saya yang satu itu, Amin.."

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Minggu, 25 Juli 2010

:.The Meaning of Longevity:.

Hampir setiap hari, ada kerabat terdekat kita yang merayakan ulang tahun. Happy Birthday to You...Selamat Ulang Tahun.. semoga panjang umur.. Yaa.. kurang lebih seperti itu lah ucapan yang terdengar ketika itu, tidak lama kemudian diadakan perayaan yang sifatnya bersenang-senang. Memang tidak salah kalo kita ingin merayakan itu semua, tapi coba dh kita jawab pertanyaan ini:
"Sampai saat ini prestasi apa sh yang sudah kita dapat?? Sejauh mana kesiapan kita untuk menghadap Allah jika kita meninggal besok?? dan larangan apa yang masih sering kita kerjakan, bagaimana cara mempertanggung jawabkannya nanti??". Hah, iya yah..

Banyak dari kita yang menjawab seperti itu, soalnya sejauh ini yang muncul di kepala kita begitu mendengar kata Ulang Tahun hanya hepi-hepinya saja.. Makna dari panjang umur ya umur yang panjaaang, bukan.. Tetapi, keberkahan dari umur itu sendiri. Seharusnya kita bisa memicu dan memacu diri dengan prestasi. Waktu kita di dunia semakin lama semakin berkurang lho tiap detiknya. Dan jarang dari kita yang membandingkan umur dengan prestasi begitu umur kita bertambah. Adapun makna prestasi disini sangat lah luas, tidak hanya prestasi di sekolah ataupun di tempat kita kerja yang sifatnya duniawi. Prestasi disini bisa berupa bakti kita ke orang tua kita, menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah, dan menjauhi segala laranganNya.

Jadi, Makna dari ditambahkannya umur kita bisa berupa dibentangkannya kesempatan untuk melakukan amal saleh. Karena Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik manusia ialah yang panjang umur dan baik amalnya".

Mmmm.. segitu dulu dh, mudah"an bermanfaat ya.. Saya menulis seperti ini bukan berarti sudah luput dari melakukan kesalahan. Saya hanya ingin berbagi ilmu yang baru saja saya dapat dari buku yang saya baca.

Semoga di sisa umur yang semakin berkurang ini, kita bisa menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi dari hari ke hari.
Amin...

Wassalam,

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Jumat, 23 Juli 2010

Back into Single Fighter..

Hari ini saya kembali menjadi single fighter di projek. Hal ini disebabkan tim kerja saya memilih untuk pulang ke jakarta dan bandung. Alasan mereka ada yang tidak bisa jauh dengan istri, sedangkan yang satu lagi tidak jelas alasannya mengapa dia ingin pulang.
Tim yang satu sudah pulang sejak hari jum'at kemarin, dia bilang akan kembali lagi ke Lampung hari senin atau selasa tapi begitu hari H dia sms bla bla bla, intinya dia ingin pindah projek bandung. Well, setelah ditinggal satu orang, hari ini satu tim yang tersisa menginginkan untuk pulang juga ke jakarta. Awalnya saya marah besar, "Lo ngabisa seenaknya gtu men, gw ngamau tau pokonya lo mesti tetep stay disini titik!!!" kira" seperti itu marahnya saya :). Sampai akhirnya dia diam, dan mengurungkan niatnya untuk pulang pagi itu. Dan saya pun tertidur selama 2 jam. Entah kenapa tidur 2 jam terasa begitu lama. Begitu terbangun, ternyata tidur kita saling bertolak belakang "Kayak orang mw cerai" Hahaha... Tapi ada yang beda ketika saya terbangun, hati saya terasa lebih damai, emosi yang tadinya meledak-ledak telah hilang entah kemana. Dan teringat seseorang pernah berkata: "Suatu kesalahan besar kalau kita mengharapkan orang lain untuk berubah, karena yang seharusnya berubah bukan lah orang lain melainkan diri kita sendiri". Memang sulit memaksakan seseorang untuk mengikuti apa yang kita mau. Jadinya malah dongkol sendiri seperti yang saya rasakan sekarang.

Ganti paragraf dulu deh, byar bacanya enak^___^. Kembali ke cerita saya, setelah saya bangun dan mandi sebelum jumatan saya putuskan untuk meminta maaf karena telah emosi tadi pagi ke dia. Saya nga peduli siapa yang salah dan siapa yang benar, yang terpenting saya yang memulai untuk minta maaf karena itu lebih baik. Dan saya mengizinkan dia untuk pulang ke jakarta hari ini juga. Dari sinilah status single fighter dimulai.. Mudah"an dengan mengizinkan dia pulang dan bertemu sang istri bisa menjadi amal sedekah buat saya. amiin..^^

"Ketika kita bersedekah kepada orang yang sangat membutuhkan, sebenarnya yang pertama kali merasakan kebahagian bukan lah mereka tetapi diri kita sendiri. Coba deh kalo nga percaya.."

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung


Rabu, 21 Juli 2010

Pengen Main Bola Sambil Mandi Hujan...

Seneng banget bisa main bola kayak gini...
Dulu waktu kecil saya sering main bola ditempat becek begini sambil mandi hujan. kalo dah begitu mah masalah hasil skor akhir nomer 13, yang penting ketawa-ketiwinya waktu melihat teman ada yang jatuh terpeleset. Hahaha...

Saya juga cuma lari kesana kesini padahal mah jarang di kasih bola. Tapi bawaannya senang aja saat itu. Memang masa" paling menyenangkan ya masa" kecil inilah, hidup tanpa beban pekerjaan. Pekerjaan rumah dari sekolahpun tidak menjadi beban yang membuat kita pusing, tidak seperti pekerjaan kantor.

Huft,,
Kita memang ngakan mungkin bisa kembali ke masa" itu. Tapi setidaknya kita masih mempunyai memory dari masa" yang menyenangkan tersebut. Karena memory itu lah yang membuat segalanya menjadi abadi seumur hidup.

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Sabtu, 17 Juli 2010

Siapakah Diri Kita??

Banyak dari kita yang sebenarnya masih belum tahu siapakah kita ini sebenarnya dan mengapa kita dilahirkan ke dunia ini ?

Bagaimana kita bisa menentukan langkah kita ke depannya, sedangkan kita masih belum memahami dengan benar peran kita di dunia ini sebagai apa.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa setiap dari kita adalah khalifah bagi diri dirinya sendiri yang akan dimintai pertanggung jawabanya kelak. Jika kita sudah mengetahui hal tersebut, mengapa kita masih mau diperbudak dunia. Menunda-nunda waktu shalat dengan mendahulukan pekerjaan yang sedang kita kerjakan, padahal Allah telah memanggil kita dan ingin membagikan surga nya kepada kita lewat adzan. Tapi ternyata kita lebih memilih mendahulukan pekerjaan kita dibanding menghadap kepadaNya. Betapa hebatnya kita ini, Allah telah datang ke kita tapi kita menyuruhNya untuk menunggu. Hebat bukan ?!

Maka jangan lah heran jika Allah mempersulit kita dalam segala hal di dunia, karena Rasulullah saw bersabda, "Kama Tadiinu Tudaanu sebagai mana kamu memberlakukan begitu pula kamu akan diberlakukan". Kita pun jika diabaikan orang lain akan kecewa dan marah pastinya. Maka dari itu, marilah kita bercermin dan mengingat kesalahan-kesalahan apa yang selama ini masih kita kerjakan. Agar kesalahan tersebut tidak menjadi kebiasaan, dosa kecil menjadi besar, dan agar dosa besar tidak menjadi lebih besar. Agar tak menganggap wajar dosa lalu mencari-cari alasan sebagai pembenaran.

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung




Percaya Nga Percaya,

Mmmm... Dilihat dari judulnya mirip dengan acara cerita mistik di televisi. Kali ini memang saya ingin bercerita tentang hal yang berbau mistik atau gaib. Yang biasa kita dengar seperti ilmu "pelet, santet atau apalah itu". Saya mempunyai beberapa cerita yang dialami langsung oleh orang-orang terdekat saya. Kasus yang pertama dialami oleh partner kerja saya di Lampung.

Saya mempunyai teman kerja yang baru saja bercerai dengan istrinya. Padahal mereka telah berkeluarga selama 15 tahun dan dikaruniai 2 orang anak. "nga beda jauh lah sama kasusnya KD dan Anang.." hehehe.. Menurut suaminya yang juga teman kerja saya, mereka bercerai karena sang istri ketahuan berselingkuh dengan lelaki lain yang bekerja di perusahaan yang sama dan pekerjaan lelaki tersebut ialah seorang "centeng"(Semacam Pengawal Pribadi). Hah, Centeng?? kalau menggunakan logika sepertinya kurang masuk akal memang kenapa sang istri bisa jatuh hati ke centeng tersebut. kalau dilihat dari sisi penampilan dan Finance, suaminya lebih justru lebih mapan dibanding centeng tersebut. Selama 15 tahun berkeluarga mereka sudah memiliki rumah dan 3 mobil dan 1 motor. Berbeda jauh kalau dibandingkan dengan centeng itu. Setelah diselidiki lebih dalam, kata orang sih sang istri terkena guna-guna "Pelet" centeng itu. Dari sini kita loncat ke kasus selanjutnya saja ya.

Kali ini terjadi kepada saudara dekat saya, tepatnya terjadi kepada adik dari ibu saya sendiri. Kejadian tersebut sudah terjadi beberapa tahun yang lalu sih. Tapi sekarang alhamdulillah dia sudah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak laki-laki. Well, let's go back to a few years ago. Kecurigaan ini berawal ketika bibi saya yang selalu gagal berhubungan dengan pria. Padahal jika dilihat dari umur bibi saya, seharusnya dia sudah harus berkeluarga. Tapi ngatau kenapa, setiap ketika ingin membangun suatu hubungan dengan seorang pria selalu saja ada masalah yang memaksa mereka untuk gagal. Dan itu terjadi tidak hanya sekali atau dua kali saja. Sampai suatu waktu terbesit di kepala, jangan-jangan ada yang "ngiket". Istilah "ngiket" ini maksudnya ilmu yang membuat korban sulit untuk mendapatkan jodoh. Setiap memulai suatu hubungan selalu saja ada masalah yang memaksa mereka untuk gagal. Wajarlah, di kampung ku masih terbilang kental untuk masalah yang berbau mistik. Akhirnya ibu saya mencoba bertanya kepada orang yang masih saudara jauh dengan keluarga kami, beliau bisa "menerawang" secara gaib. Dan setelah diterawang ternyata memang benar kalau bibi saya ada yang "ngiket". Jika dilihat secara gaib, bibi saya dikelilingi oleh 4 makhluk"pocong" (dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri)"Wow..". Singkat cerita bibi saya disembuhkan dari gangguan gaib tersebut dan alhamdulillah. Sekarang bibi saya sudah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak.

Di balik dua cerita di atas pastinya ada orang yang berniat jahat ke istri teman dan bibi saya. Nah, seharusnya pertanyaan yang ada di kepala kita. "Mengapa mereka tega melakukan itu semua?", pasti ada sesuatu yang membuat mereka tega untuk melakukan itu semua. Kita kembali ke kasus istri teman kerja saya. Soalnya kalau kita tidak ada masalah dengannya, dia pun pasti tidak akan repot-repot mengganggu kita. Kata orang-orang sekantornya sih, sang istri pernah mencaci maki centeng tersebut di depan umum. Dari sanalah centeng itu begitu dendam ke istri teman saya. Bibi saya, orang yang dicurigai menjadi pelaku dibalik ini semua ialah bukan orang jauh. Melainkan lelaki yang pernah menjadi pacar bibi saya dulu. Ternyata, dia pernah dibuat sakit hati paman saya.

Dari dua kejadian diatas saya ingin mengingatkan kepada semuanya untuk berhati-hati dalam bersikap, terutama jika berhubungan dengan orang lain. Jangan sampai menyakiti perasaan mereka. karena kita tidak pernah tahu apa yang bisa mereka lakukan ke kita. Apalagi seseorang yang sudah sakit hati, bisa bertindak tanpa berfikir dua kali. Kita tidaklah perlu pusing, tentang ada atau tidaknya ilmu tersebut. Cukup dengan menjaga perasaan orang lain. Insyaallah, tidak akan ada orang yang berniat jahat ke kita. Wallahu alam bisawab..

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Jumat, 16 Juli 2010

"Nilai Luhur Sebutir Nasi"

Sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu saya membaca artikel ini di salah satu rumah makan di Palembang. Cuma ngatau kenapa tulisan itu tidak pernah basi untuk dibaca berulang-ulang. Judulnya "Nilai Luhur Sebutir Nasi", padahal di dalamnya hanya dijelaskan perhitungan matematik dari jumlah nasi yang terbuang sia-sia setiap harinya. Cuma hasil perhitungannya ternyata sangat mencengangkan.
Isinya artikelnya sebagai berikut:
"Mari coba kita hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari: Jumlah penduduk Indonesia ± 250.000.000 orang. Kalau 1 hari / orang makan 3x dan sekali makan setiap orang membuang 1 butir nasi saja, berarti setiap hari ada 3 butir nasi yang dibuang oleh setiap orang. Maka: 3 butir x 250.000.000 = 750.000.000 butir nasi terbuang setiap hari. (Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan..???)

Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras terdapat ± 50.000 butir, maka: 750.000.000 dibagi 50.000 = 15.000 kg atau = 15 ton beras dibuang setiap hari. Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka: 15.000 kg x 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan. Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang. Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6.5 milyar, dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja perhari, maka 1 hari nasi yang terbuang adalah 390.000 kg = 390 ton atau cukup untuk meberi makan 3.900.000 orang.
Fantastis bukan?!! Ironisnya menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati akibat kelaparan didunia ini."

Memang terlihat sepele, hanya sebutir nasi. Tapi kenyataannya memang seperti itu, masih sangat banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita di luar sana, sedangkan kita begitu sampai rumah tinggal ke dapur dan makan. Semoga dari artikel ini kita bisa lebih prihatin dan bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Amin...

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Kamis, 15 Juli 2010

.::Just begun::.

Alhamdulillah...:)
Akhirnya jadi juga blognya. Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat blog. Cuma baru ada kesempatannya sekarang inilah. Sebenarnya pekerjaan saya tidak terlalu menyita waktu, tapi cukup membuat saya stress..huft.. Jadi untuk membuat blog terlihat begitu berat. Harus mendesain template, mencari background yang cocok, mencari judul yang tepat dll. Tapi alhamdulillah semuanya beres dalam beberapa jam saja. Ternyata tidak sesulit seperti yang saya bayangkan.

Memang, untuk memulai sebuah langkah awal tidak lah mudah. Karena pikiran negatif yang mendominasi pikiran kita. Padahal begitu kita sudah sukses memulai langkah awal, ternyata tidak sesulit seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Jadi, jangan pernah takut untuk memulai sebuah langkah awal. Karena tanpa itu semua mimpi kita hanya akan menjadi mimpi belaka.

"Luruskan niat hanya untuk ibadah kepadaNya, kerjakanlah niat kita di jalan yang diridhoi olehNya, dan insyaallah selanjutnya Allah yang akan menyempurnakannya."

Bismillahirohmanirrohim...

Room 114
Hotel Andalas Permai
Bandar Lampung