Pagi ini, saya nonton sinetron religi yang judulnya "Dimas dan Raka". Kali ini bercerita tentang seorang kakek yang ditinggal anak-anaknya. Menurut saya sh ceritanya bagus, makanya saya ingin menceritakan sedikit inti dari ceritanya. Begini ceritanya..
Ceritanya berawal ketika Dimas dan Raka bertemu seorang kakek di sebuah desa. Dia tinggal di rumahnya hanya seorang diri karena sang istri sudah lama meninggal dunia. Yang jadi pertanyaan, dimanakah anak-anaknya??. Ternyata kakek ini mempunyai dua orang anak yang sudah berkeluarga, tapi mereka sudah tidak pernah datang menjenguknya lagi. Hal ini disebababkan karena sang anak yang pernah sakit hati atas perlakuan sang kakek ketika mereka masih hidup susah. Sang kakek sering mengucapkan kata" yang menyakitkan anak-anaknya ketika mereka meminta bantuan. Mungkin niat kakek ini baik, dia ingin supaya anaknya dapat bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan mereka bukan dengan terus mengandalkan orang tua mereka. Tetapi karena omongannya terlalu menyakitkan, sang anak pun tidak terima dan sakit hati. Sehingga mereka dendam sampai tidak menggangap kakek ini sebagai ayahnya lagi. Singkat cerita kakek ini sadar kalau dia telah keterlaluan kepada anak-anaknya dan semua yang dia dapat sekarang disebabkan oleh kesalahannya dia sendiri. Jadi dia merasa wajar jika diberlalukan seperti ini oleh anak-anak. Setiap selesai tahajud kakek ini selalu menangis memohon ampun ke Allah swt atas apa yang dia lakukan kepada anak-anaknya.
Mmmm.. Ceritanya saya singkat lagi ya,:). Singkat cerita, ketika sang kakek sakit dan keadaannya semakin parah. Raka dateng kerumah anak"nya kakek ini untuk membujuk mereka supaya bisa memaafkan ayahnya dan datang menjenguk ke rumah. Karena hanya mereka yang bisa menjadi obat atas segala penyakit yang diderita sang kakek. Alhamdulilah, bujukan raka bisa meluluhkan kerasnya hati mereka yang sudah membatu itu. Akhirnya mereka bisa dengan ikhlas memaafkan ayah mereka dan mau datang mmenjenguknya. Mungkin itu juga yang menjadi jawaban atasan doa" kakek di malam hari. Subahanallah..
Di dalam menjalani hidup ini kita tidak hanya dituntut untuk menjaga Hablu Minallah "Hubungan manusia dengan Allah" saja, tapi ada yang disebut Hablu Minannas "Hubungan manusia dengan Manusia". Justru kita harus lebih berhati-hati dengan Hablu Minannas ini. Karena Allah swt maha pengampun dan akan mengampuni segala kesalahan kita jika kita memohon ampun dengan sungguh", sangat berbeda dengan manusia yang terkadang masih sulit untuk memaafkan. Apalagi jika sudah berhubungan sama yang namanya gengsi. Beuuh.. Maka dari itu kawan, jika diantara kita masih mempunyai masalah dengan teman, saudara, ataupun orang tua. Segeralah untuk memulai silaturahmi kepada mereka, datangilah mereka tanpa harus melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena yang lebih dahulu memulai itu yang lebih mulia di mata Allah swt.
"Tidak ada satu kebaikanpun yg pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yg adzabnya lebih cepat diperoleh, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi"
Wassalam..
room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung
Bandar Lampung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar