Senin, 23 Agustus 2010

Bersyukurlah::..

Selesai teraweh saya iseng" baca sebuah forum. Ada cerita yang cukup inspiratif yang ingin saya share ke kalian. Ini cerita klasik sederhana karya Andrie Wongso sang motivator. Walaupun sederhana tapi sangat inspiratif menurut saya, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi kalian semua.

====================================

Di sebuah kerajaan, sang raja memiliki kegemaran berburu.
Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.
Karena kurang hati-hati,
terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotongoleh pisau yang sangat tajam.

Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.

Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata:
"Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri".

Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar :
"Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur...!"
Lalu
raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.

Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehat barunya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.

Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehat barunya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan
kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa.

Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barunya yang dijadikan persembahan kepada para dewa.

Dengan susah payah, akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali keistana. Setibanya di istana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.

"Penasehatku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . "
Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.

Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru sipenasehat berlutut sambil berkata:
"Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika saya tidak dipenjara, maka bukan penasehat yang baru itu yang akan jadi korban, melainkan saya yang bakal diajak baginda ikut berburu dan sayalah yang akan menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif. Sekali lagi terima kasih baginda telah memenjarakan saya, sehingga saya tetap selamat saat ini."

===========================================

Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah kita dapat. Walaupun itu menyakitkan dan pahit, karena kita tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Allah swt, yang pasti Allah selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya.

Di dalam menjalani hidup memang tidak selalu mulus seperti apa yang kita inginkan. Kadang kita dihadapkan dengan kekhilafan, kesedihan, penyakit, penipuan, fitnahan, musibah, dan lain-lain.

Namun, karena manusia diberikan akal. Mereka berusaha untuk menghidari itu semua. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, memang banyak yang bisa dikendalikan. Namun tidak semua, ada beberapa zona yang tidak bisa kita atur. Itulah yang disebut kekuasaan Allah, yang manusia tidak akan bisa kendalikan dengan teknologi secanggih apapun. Jadi wajar jika di dalam menjalani hidup tidak selalu berjalan mulus. Tapi jangan sedih, untuk meringankan cobaan itu kita hanya dituntut untuk "Bersyukur" koq, karena dengan bersyukur masalah akan terasa ringan dan berlalu dengan cepat, dan jika tidak cobaan akan terasa begitu berat dan berkepanjangan. Maka dari itu, pandai - pandailah untuk bersyukur kawan.. ^^

"Sesungguhnya Rasa syukurlah yang membuat segalanya menjadi sempurna"

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Minggu, 22 Agustus 2010

Mesjid Al-Muhtadin::..

Mesjid ini yang membuat saya betah selama berada di Lampung. Mesjidnya tidaklah terlalu besar, dari ukurannya terlihat seperti mushola atau langgar. Letak lokasinya berada di tengah pemukiman padat penduduk di pusat kota Lampung, sepertinya berasal dari tanah wakaf. Dan yang membuat saya betah bukanlah dari bentuk atau ukuran fisik mesjidnya. Tapi yang membuat saya betah ialah para jemaah di mesjid ini. Mereka berbeda dengan para jemaah mesjid yang pernah saya temui sebelumnya. Beberapa bulan yang lalu, ketika saya pertama kali shalat di mesjid ini. Mereka mulai menyapa saya dengan memberikan senyum dan mengajak saya untuk bersalaman. Dan setelah beberapa kali shalat berjamaah disana, bukan hanya senyum yang mereka berikan, tapi mereka menyapa dengan menanyakan saya tinggal dimana, berasal dari mana, dan sedang apa di Lampung. Komunikasi tersebut membuat saya merasa bertambah nyaman berada di mesjid ini. Dan itu tidak hanya di dalam mesjid, tapi jika kita bertemu di jalanpun mereka yang selalu menyapa saya terlebih dahulu. Saya merasa menjadi bagian dari mereka walaupun saya hanyalah pendatang disini.

Beberapa orang jemaah yang saya kenal di mesjid ini. Yang pertama Pak Tono, Beliaulah jemaah mesjid yang pertama kali menyapa saya, beliau keturunan jawa tapi lahir dan besar di Lampung. Penduduk di Lampung memang mayoritas keturunan jawa, sedangkan orang pribuminya jarang saya temui. Pak Tono kebetulan bekerja di Hotel tempat saya menginap. Dari sini lah kita menjadi sangat akrab karena sering bertemu di Hotel dan di Mesjid. Selanjutnya Pak Nasser, beliau kakeknya azam yang saya ceritakan di postingan sebelumnya :). Pak Nasser mempunyai warung kecil di dekat Hotel Andalas Permai tempat saya menginap. Jadi kita sering bertemu ketika saya membeli sesuatu di warungnya. Selanjutnya Pak Joni, beliau orang Bengkulu tapi lahir dan besar di Lampung. Pak Joni pemilik warung makan yang menjadi langganan saya. Biasanya selesai saya makan kita ngobrol" dulu di warungnya, jadi kalo sudah diwarungnya saya bisa menghabiskan banyak waktu disana. Kebetulan Pak Joni juga punya anak perempuan juga. Soo...Hahaha.. Pak Bo'ing, nama aslinya pak Ibrohim cuma bisa di panggil Pak Bo'ing. Beliau biasa yang menjadi imam di Mesjid ini. Saya jarang bertemu beliau di luar mesjid, jadi kurang begitu akrab. Yang terakhir ialah si russel, nama aslinya saya tidak tau. Cuma saya menyebutnya russel karena fisik dan wajahnya sangat mirip dengan karakter Russel di film animasi "Up". Badanya gemuk, kulitnya bersih, matanya sipit, dan usianya seumuran anak SD. Very Russel absolutely :)).. Oya, Pak Salman hampir terlupakan. Pak Salman ini usianya sudah sangat tua, lahir ketika Indonesia masih di jaman penjajahan Belanda tahun 1925. Suatu hari ketika hujan turun deras, kita tidak bisa pulang karena tidak membawa panyung. Jadi kita ngobrol sambil menunggu hujan reda. Pak Salman bercerita tentang pengalaman beliau di jaman penjajahan. Saya merasa kembali ke jaman itu ketika mendengarkan ceritanya. Meskipun umurnya sudah sekitar 85 tahun dan kondisi badannya sudah sangat rapuh tapi beliau masih semangat untuk ke datang ke mesjid. Padahal untuk berjalan saja bukan lah hal yang mudah buat dia. Salut lh buat Pak Salman.

Merekalah orang-orang yang membuat saya merasa nyaman berada di Kota Bandar Lampung ini. Senyum, Sapa, dan perlakuan mereka terhadap saya tidak akan saya lupakan. Mungkin menurut mereka, apa yang mereka lakukan ke saya hanyalah hal yang biasa, tapi menurut saya itu sangatlah luar biasa. Waktu saya di Lampung ini mungkin sudah tinggal beberapa hari lagi. Karena Hari Kamis besok saya sudah harus kembali ke Jakarta. Jika suatu saat nanti saya kembali lagi ke kota ini, entah karena pekerjaan atau apapun itu. Insyaallah saya akan menyempatkan diri untuk datang ke Mesjid Al-Muhtadin ini.

Semoga mereka selalu mendapat keridhaan Allah swt. Amin..
Salam hangat untuk beliau semua dan si ndut Russel :).

Wassalam,

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Senin, 16 Agustus 2010

Azaaaam::...

Kalo tidak salah dengar nama anak itu Azam, dia cucunya pak haji yang saya tidak tau nama aslinya siapa :). Usianya sekitar 3 tahunn lh, soalY sudah bisa lari" di mesjid :D. Kulitnya rada gelap karena dia keturunan arab. Rabutnya keriting dan tingginya sekitar 1 meter :). Sudah beberapa hari ini saya melihat dia ikut kakeknya shalat berjamaah di mesjid kami. Dia ikut kakeknya ke mesjid dengan pakaian mainnya (Kaos Upin Ipin, Celana Pendek yang menutupi dengkulnya) tidak lupa menggenankan peci haji yang menutupi ubun" kepalaY sehingga rambut kritingnya masih terlihat jelas. Mungkin kakeknya ingin mengenal shalat ke azam dengan membawanya ke mesjid untuk berjamaah.

Sekilas saya lihat, anak ini penurut karena tidak pernah berlaku yang macam" selama di mesjid. Paling cuma lari" dwank, itu juga jika ada teman sebayanya di mesjid. Jika tidak ada teman dia hanya mengikuti apa yang kakeknya kerjakan selama di mesjid. Jika kakeknya shalat sunnah dia ikut shalat juga begitu juga ketika shalat wajib. Cuma yang namanya anak seusia azam, setiap tingkah laku pasti selalu bikin orang" senyum. Dari takbiratul ihram sampai i'tidal setelah ruku dia masih bisa mengikuti gerakan kakeknya. Tapi tidak ketika sujud, mungkin posisi sujud masih sulit untuk dia. Jadi ketika kakeknya sujud dia bukannya sujud malah tiarap ala tentara :)). Hal itu selalu membuat saya dan orang di mesjid tersenyum. Begitu juga ketika kita sedang shalat berjamaah, ketika jamaah lain menjawab "Amiiin.." diapun ikut menjawab "Aiiin".. Hehehe..

Saya sangat menyukai cara kakek ini mengenalkan cucunya kepada agama. Sang anak dikenalkan sedini mungkin tanpa harus ditunda". Asalkan sang anak tidak menggangu jamaah lain ketika shalat. Dengan begini diharapkan sang anak dapat mengenal dan mencintai shalat yang menjadi kewajiban kita sebagai hamba Allah swt tanpa harus dipaksa. Sang anak dikenalkan adanya ibadah shalat dalam islam, mengetahui nama" shalat, waktu, tempat, dan tata cara shalat itu sendiri. Jadi ketika azam sudah memasuki masa akil baligh nanti sudah tidak sulit lagi untuk menjalankan kewajibannya. karena sang anak sudah siap baik dari sisi mental maupun emosionalnya. Semoga anak ini bisa menjadi hamba Allah swt yang taat menjalankan kewajibannya kelak. Amin..

Wassalam,

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Sabtu, 14 Agustus 2010

Kangen Hotel Duta Palembang::..

Haaaaaaah..
Sudah hari keempat saya sahur hotel ini dan hampir setiap harinya sahur dengan menu yang berhubungan dengan telur. Hari pertama telur dadar yang nampak seperti omelet, hari kedua telur bulat dengan bumbu cabai, hari ketiga tidak berubah, dan hari ini: "Back to Omelet". Arrghh... Gimana nga jerawatan coba, padahal selama di jakarta kemarin udah perawatan ke dokter specialys. Huft.

Kalo inget setahun kemarin, saya puasa di Palembang. Saya menginap di Hotel Duta (Depan Palembang Indah Mall). Disana menu makanan jauh banget sama menu disini. Dari buka puasa sampe sahur, pokonya diservice bgt. Ketika buka kita disuguhi dengan ta'jil yang bebas bisa kita pilih. Ada kurma, kolak, Dawet, sirup, bubur kacang ijo dan lain-lain. Keren lah. Tidak cukup dengan ta'jil saja, karena makanan beratpun sudah menunggu untuk kita basmi juga :D. Begitu beres berbuka, tinggal berjuang dh melawan rasa ngantuk pas terawehan gara" kekenyangan :)).. Menu sahurpun tidak kalah meriah seperti saat berbuka. Jadi poll lh puasa di hotel duta mh.

Udah dulu kawan ceritanya, saya mau bayar utang tidur sisa semalem ni :))..

*Salam dh buat Dina (Receptionist Hotel Duta) :D, Mba room service yang saya nga tau namanya tapi inget mukanya, Bapak manager Hotel Duta yang sudah memberikan saya reward free laundry selama 8 bulan ketika saya stay disana :D, mas agus (Door Boy) yang udah menjadi teman ngobrol di Lobby, dan Babeh penjaga parkir yang suka bantuin saya nyebrang kalo mau ke Palembang Indah Mall.:))..


Wassalam,

Room 114
Hotel Andalas Permai
Bandar Lampung

Senin, 09 Agustus 2010

Dimas dan Raka@Global TV::.

Pagi ini, saya nonton sinetron religi yang judulnya "Dimas dan Raka". Kali ini bercerita tentang seorang kakek yang ditinggal anak-anaknya. Menurut saya sh ceritanya bagus, makanya saya ingin menceritakan sedikit inti dari ceritanya. Begini ceritanya..

Ceritanya berawal ketika Dimas dan Raka bertemu seorang kakek di sebuah desa. Dia tinggal di rumahnya hanya seorang diri karena sang istri sudah lama meninggal dunia. Yang jadi pertanyaan, dimanakah anak-anaknya??. Ternyata kakek ini mempunyai dua orang anak yang sudah berkeluarga, tapi mereka sudah tidak pernah datang menjenguknya lagi. Hal ini disebababkan karena sang anak yang pernah sakit hati atas perlakuan sang kakek ketika mereka masih hidup susah. Sang kakek sering mengucapkan kata" yang menyakitkan anak-anaknya ketika mereka meminta bantuan. Mungkin niat kakek ini baik, dia ingin supaya anaknya dapat bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan mereka bukan dengan terus mengandalkan orang tua mereka. Tetapi karena omongannya terlalu menyakitkan, sang anak pun tidak terima dan sakit hati. Sehingga mereka dendam sampai tidak menggangap kakek ini sebagai ayahnya lagi. Singkat cerita kakek ini sadar kalau dia telah keterlaluan kepada anak-anaknya dan semua yang dia dapat sekarang disebabkan oleh kesalahannya dia sendiri. Jadi dia merasa wajar jika diberlalukan seperti ini oleh anak-anak. Setiap selesai tahajud kakek ini selalu menangis memohon ampun ke Allah swt atas apa yang dia lakukan kepada anak-anaknya.

Mmmm.. Ceritanya saya singkat lagi ya,:). Singkat cerita, ketika sang kakek sakit dan keadaannya semakin parah. Raka dateng kerumah anak"nya kakek ini untuk membujuk mereka supaya bisa memaafkan ayahnya dan datang menjenguk ke rumah. Karena hanya mereka yang bisa menjadi obat atas segala penyakit yang diderita sang kakek. Alhamdulilah, bujukan raka bisa meluluhkan kerasnya hati mereka yang sudah membatu itu. Akhirnya mereka bisa dengan ikhlas memaafkan ayah mereka dan mau datang mmenjenguknya. Mungkin itu juga yang menjadi jawaban atasan doa" kakek di malam hari. Subahanallah..

Di dalam menjalani hidup ini kita tidak hanya dituntut untuk menjaga Hablu Minallah "Hubungan manusia dengan Allah" saja, tapi ada yang disebut Hablu Minannas "Hubungan manusia dengan Manusia". Justru kita harus lebih berhati-hati dengan Hablu Minannas ini. Karena Allah swt maha pengampun dan akan mengampuni segala kesalahan kita jika kita memohon ampun dengan sungguh", sangat berbeda dengan manusia yang terkadang masih sulit untuk memaafkan. Apalagi jika sudah berhubungan sama yang namanya gengsi. Beuuh.. Maka dari itu kawan, jika diantara kita masih mempunyai masalah dengan teman, saudara, ataupun orang tua. Segeralah untuk memulai silaturahmi kepada mereka, datangilah mereka tanpa harus melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena yang lebih dahulu memulai itu yang lebih mulia di mata Allah swt.

"Tidak ada satu kebaikanpun yg pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yg adzabnya lebih cepat diperoleh, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi"

Wassalam..

room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung

Selasa, 03 Agustus 2010

..::Imposible's Nothing for Allah swt::..

Alhamdulilahirobblilalamin..
Masalah pekerjaan saya di Lampung sudah mulai mendapat titik terang, itu artinya jadwal pulang semakin dekat :). Hari ini saya seperti mendapat bantuan yang langsung datang dari Allah, bantuan yang tidak pernah saya duga-duga sebelumnya. Bayangkan, ada seorang tim expert (Ahli) yang membantu saya menganalisis masalah yang selama seminggu belum saya temukan solusinya. Tapi dengan keahlian dan pengalaman beliau, cukup dengan penjelasan yang dibuatnya dengan microsoft word yang hanya sekitar 10 lembar, semua masalah saya sudah bisa teratasi. Subahanallah... Padahal saya tidak pernah meminta tolong ke beliau sekalipun. Jangan kan meminta tolong, kenal pun tidak. Begitulah Allah jika sudah memberikan surga ke hambanya, kita tidak pernah bisa menduga-duga sebelumnya. Jalan yang tidak pernah terpikir oleh kita.

Padahal jika melihat sehari sebelumnya. Saya seharian hanya bisa mengeluh, dengan situasi yang saya dapat ketika itu. Sejak pagi di telpon bos, yang meminta untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Setelah itu driver saya yang ngaretnya nga ketulungan. Bayangkan, saya minta dijemput pukul 02.00 PM, dia baru datang pukul 04.30 PM. Alasanya macam" lah. Dan kitapun tetap berangkat ke kantor, begitu sampai kantor (OMC) saya tidak diizinkan melakukan data collecting karena ada procedur baru dan saya baru di izinkan besok pagi. Sh*t,, bawaan saya saat itu emosiiii. Tidak sampai disitu malamnya pun Allah masih menguji kesabaran saya. Malam itu saya berencana untuk melakukan pengecekan sinyal (Drive Test) tapi gagal karena jaringan sedang ada masalah sehingga tidak melakukan koneksi ke jaringan. That was a bad day, right? Tapi saya tetap mencoba untuk bersabar dan berdoa kepadaNya untuk diberi kemudahan dalam menyelesaikan masalah/cobaan tersebut.

Alhamdulilah, ternyata doa saya didengar olehNya. Hari ini Allah membayar itu semua secara kontan. Dengan memberikan jalan terang untuk masalah yang saya pikir sudah tidak mungkin ada jalan keluarnya. Masallah yang membuat saya stress selama seminggu lebih. Subahanallah.. Semoga dengan dari sini kita bisa menjadi manusia yang lebih sabar dalam menjalani segala cobaan dalam hidup. Tetaplah berusaha dan jangan pernah lupa untuk berdoa memohon kepada Allah, karena segalanya hanyalah milik Allah dan semua yang kita alami sekarang adalah kehendakNya.

"Bagi Manusia memang ada yang tidak mungkin, tapi tidak untuk Allah swt. Jangankan hanya untuk merubah nasib kita, merubah siang jadi malam dan malam jadi siangpun tidak lah sulit bagiNya. Maka dari itu, teruslah memohon kepadanya karena semuanya mungkin jika Dia yang menentukan. Insya Allah..."

Room 114
Andalas Permai
Bandar Lampung